Riwayat.

Kelas VII.
Ya, SMPN 3. SMPN 3 adalah sekolah pilihan saya ketika tamat dari SD. Namun, sebelumnya saya tidak pernah berpikir untuk bisa masuk ke sana. Karena pada saat itu, banyak orang mengatakan bahwa untuk bisa masuk kesana itu sangat sulit. Awalnya saya ragu. Dan sempat ingin melupakan impian saya agar bisa masuk kesana. Namun, ternyata secarik kertas putih itu merubah semuanya. Guru SD saya, menawarkan kepada saya untuk megikuti tes pemko yang diadakan oleh dinas. Awalnya saya tidak begitu tertarik. Karena percuma, toh pasti saya tidak akan masuk. Berhubung saat saya sdah mengetahui bahwa tes pemko itu merupakan pengambilan siswa-siswi yang cukup pintar. Saya merasa kurang. Namun akhirnya, karena sudah kepepet, dan dengan dukungan dari orang tua, akhirnya pada hari sabtu saya mendaftarkan diri. Setelah semuanya selesai, saya pun mengikuti tes pertama, yaitu akademik dan psikotes. Dan alham, saya lolos tes pertama. Dan dilanjutkan dengan tes ke 2 , yaitu tes wawancara bahasa inggris dan smapta. Setelah semua tes diikuti, tibalah akhirnya saya menunggu. Menunggu kabar, ntah itu baik atau buruk. Dan tanpa saya kira, saya berhasil masuk untuk menjadi siswi pemko di SMPN 3 sibolga. Saya sangat senang. Namun setengah dari perasaan senang itu, saya berpikir, bahwa tidaklah mudah untuk mulai beradaptasi kembali dengan orang-orang yang baru. Rasanya malas jika harus mengulang. Namun, ternyata itu tidak seperti yang saya  kira. Saya masuk di kelas Albert Enstein. Dan disana saya bertemu dengan banyak teman. Ada beberapa orang teman yang sudah saya kenal terlebih dahulu. Yaitu Sifra, Radha, dan Krisda. Saya cukup senang, dan itu sedikit membuat saya berani berada dalam liingkungan yang baru. Karena ternyata saya tidak sendirian. Setelah itu, saya mulai mendekati beberapa orang teman lainnya. Seperti Natalia, si cuek dan pendiam itu. Dan dengan Dian, yang pada saat itu mengajak saya berfoto, dan saat itu kami mengenakan baju pramuka. Barulah saya berkenalan dengan Najla, si gendut. Dan beberapa orang lainnya. Dulu, ada 3 kelompok di kelas. Kelompok I ada aku, sifra, radha dan bella. Kelompok II ada Natalia, Dian, Krisda dan Anjani. Dan kelompok III ada Nurul, sophia, nurhaida, dan Estevania. Setiap kelompok mempunyai ciri khas masing-masing. Ada kelompok yang sok gaul, ada yang rajin, dan ada yang seperti terisolasi. Dulu tak jarang sering rerjadi pertengkaran diantara kami. Dan dulu, aku pernah merasakan seperti diisolasikan. Saat duduk di bangku kelas VII, aku mendapat rangking 10 pada semeseter I, dan pada semester II aku meraih rank 7.

Kelas VIII
Disini semua sudah sedikt berubah. Kelompok perkelompok sudah mulai pecah. Namun masih ada beberapa orang yang dekat dengan teman-temannya yang menurut mereka satu gosip. Saat duduk dibangku kelas VII, semangat belajar saya menurun. Saya tidak serius, dan itu terbukti saat saya mendapat rank 18. Jauh, sangat jauh. Dan itu cukup membuat saya menyesal. Bagaimana cara untuk mengembalikkan posisi saya pada 10 besar. Dan ya tidak terlalu banyak kenangan yang saya ingat pada saat itu,. Dan pada semester 2, saya naik rank 13 dan itu membuat mood saya cukup membaik.

Kelas IX
Nah, ini merupakan masa-masa yang sangat indah untuk saya. Pada saat ini, begitu banyak cerita yang dapat saya tuliskan. Namun mungkin hanya pada intinya saja. Disini, saya begitu merasakan bagaimana rasanya persahabatan itu. Ternyata rasanya sangat indah. Banyak teman yang dekat dengan saya, dan hampir semuanya. Menangis bersama, tertawa bersama, dan banyak hal lainnya. Pada kelas ini juga, saya memenangkan lomba membaca cepat dan menulis sinopsis yang diadakan oleh perpustakaan kota sibolga. Saya mendapat juara I, dan itu membuat saya cukup bangga. Bangga terhadap sekolah, guru, teman-teman, orang tua, dan diri saya. Karena merekalah unsur pembentukan  sikap saya. Dikelas IX pemko inilah, saya mengenal bagaimana persahabatan, bagaimana rasanya benci, bagaimana rasanya malu bila tidak mengerti dsb. Oh ya, di kelas ini perningkat saya naik kembali kedalam 10 besar. Mungkin ini merupakan angka yang legend. Saya rank 7, dan saat lomba sinopsis nomor saya juga 7, dan tanggal lahir saya bertepatan pada tanggal itu. Mungkin tahun semalam, merupakan tahun yang berpihak pada saya. Dan yah, tak terasa hanya dengan hanya hitungan hari lagi, semuanya akan berubah. Memulai lingkungan baru lagi, berteman dengan orang baru lagi. Dan semuanya bakalan jadi kenangan. Sedih. Tapi, itu tidak terlalu jadi masalah. Sebab, memang semuanya bakalan pergi ke jalannya masing-masing. Sekian. 😊



Komentar

Postingan populer dari blog ini